Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

teks eksposisi (pengertian, ciri-ciri, jenis, struktur dan kaidah kebahasaan, beserta contohnya)

pengertian teks eksposisi
pengertian teks eksposisi

pengertian teks eksposisi
sebagai pembelajar sangat penting untuk dapat mengetahui dan mampu menganalisis berbagai jenis teks. teks eksposisi salah satunya. 

teks eksposisi harus dapat dikenali oleh para pembelajar karena jenis teks ini paling sering digunakan dalam berbagai bentuk penulisan.

seperti apakah teks eksposisi itu? simak pembahasan lengkapnya hay jiwa-jiwa yang resah.

pengertian teks eksposisi.

kata eksposisi berasal dari bahasa latin expotition yang berarti memberitahukan, memaparkan, menjelaskan, atau menguraikan. 

jadi, eksposisi merupakan paparan yang bertujuan memberitahu atau menjelaskan sesuatu.

pengertian teks eksposisi menurut kamus besar bahasa indonesia.

menurut kamus besar bahasa indonesia, eksposisi berarti uraian atau paparan yang bertujuan menerangkan maksud dan tujuan dalam karangan.

baca juga : pengertian  teks eksplanasi

pengertian teks eksposisi menurut ahli.

Aceng Hasani dalam ikhwal menulis, eksposisi merupakan bentuk tulisan yang sering digunakan dalam uraian ilmiah dan tidak berusaha mempengaruhi pendapat pembaca. 

melalui eksposisi  pembaca tidak dipaksa untuk menerima pendapat penulis. setiap pembaca boleh menerima atau menolak pendapat penulis.

menurut A. Chaedar Alwasilah dan Senny Suzanna Alwasilah, ahli bahasa, dalam pokoknya menulis, eksposisi merupakan tulisan yang tujuan utamanya mengklarifikasi, menjelaskan, mendidik, atau mengevaluasi sebuah persoalan. 

penulis berniat untuk memberi informasi atau memberi petunjuk kepada pembaca. 

eksposisi mengandalkan strategi pengembangan paragraf seperti pemberian contoh, proses, sebab-akibat, klasifikasi, definisi, dan analisis.

menurut Jos Daniel Parera, dalam buku menulis tertib dan sistematik, mengatakan bahwa tulisan eksposisi bertujuan memberikan informasi. pengarang dan penulis berusaha memaparkan kejadian atau masalah agar pembaca dan pendengar memahaminya.

baca juga : pengertian teks argumentasi 

pengarang mempunyai sejumlah data dan bukti.

menurut Gorys keraf, eksposisi atau pemaparan adalah salah satu jenis teks atau keterampilan bahasa secara efektif yang berusaha untuk menerangkan dan menguraikan suatu pokok pikiran. 

eksposisi dapat memperluas pandangan atau pengetahuan seseorang yang membaca uraian tersebut.

baca juga : tips mendapatkan ide tulisan

ciri-ciri teks eksposisi.

penulis yang menggunakan teks eksposisi berusaha menjelaskan suatu persoalan secara objektif, tidak ada unsur-unsur yang bersifat subjektif dan emosional, penulis sama sekali tidak berusaha membangkitkan emosi pembaca.

gaya penulisan bersifat informatif.

penulis menguraikan objek dengan jelas sehingga pembaca dapat memahami maksud dari teks eksposisi. penulis teks eksposisi ingin menambah pengetahuan pembaca dan memberi informasi yang menerangkan sejelas-jelasnya mengenai persoalan yang dipaparkan.

teks eksposisi memuat fakta di lapangan. fakta tersebut dipakai sebagai penyumbang utama dalam rumusan  penulisan teks eksposisi agar persoalan yang diuraikan lebih konkret.

tujuan penulisan teks eksposisi

teks eksposisi bertujuan untuk memberi penjelasan atau keterangan. selain itu, bentuk teks eksposisi juga bertujuan untuk mengembangkan gagasan penulis. paparan dalam teks eksposisi akan lebih lengkap dan konkret apabila dilengkapi gambar, denah, dan angka-angka.

baca juga : cara membuat catatan kaki

jenis-jenis teks eksposisi

jenis teks eksposisi menurut Gorys keraf sebagai berikut:

teks eksposisi definisi

definisi menurut kamus besar bahasa indonesia adalah kata, frasa, atau kaimat yang mengungkapkan makna, keterangan, ciri utama dari orang, benda, proses, atau aktivitas. 

definisi juga dapat diartikan sebagai rumusan tentang ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yang menjadi pokok pembicaraan atau studi. 

jadi, definisi memberikan batasan makna pada sebuah kata, frasa, atau kalimat. definisi terbagi atas dua yakni, definisi secara sempit dan definisi secara luas. agar lebih jelas, berikut ini penjelasannya.

baca juga : cara membuat pendahuluan

definisi sempit. 

umumnya memberikan pengertian mengenai suatu kata, atau frasa yang berdasarkan kamus. definisi sempit hanya mencakup sinonim dari kata yang didefinisikan. 

definisi luas.

defnisi luas mencakup pembatasan pengertian suatu konsep, benda, atau hal yang didefinisikan. 

teks eksposisi identifikasi.

teks eksposisi identifikasi merupakan sebuah metode yang berusaha menyebutkan ciri-ciri atau unsur-unsur pengenal suatu objek. dengan menyebutkan ciri atau unsur suatu objek diharapkan pembaca lebih mengenal objek tersebut. 

metode identifikasi yang digunakan dalam teks eksposisi mampu menjawab pertanyaan apa itu? siapa itu? dan lainnya. metode identifikasi dalam teks eksposisi akan memperkenalkan benda, konsep atau objek dengan merinci tanda pengenal objek tersebut.

baca juga : pengertian teks deskripsi

teks eksposisi perbandingan atau pertentangan.

teks eksposisi perbandingan atau metode perbandingan adalah suatu cara untuk menunjukkan kesamaan dan perbedaan antara dua objek atau lebih menggunakan dasar-dasar tertentu. dasar-dasar perbandingan adalah menempatkan sesuatu yang belum diketahui dalam kerangka suatu hal yang sudah dikenal pembaca.

teks eksposisi ilustrasi.

teks eksposisi ilustrasi adalah suatu metode untuk memberikan gambaran atau penjelasan yang khusus dan konkret terhadap suatu prinsip yang bersifat umum. penulis berusaha memberikan rincian mengenai suatu objek agar pembaca dapat dengan mudah memahami isi teksnya.

sebuah gagasan yang umum memerlukan sebuah ilustrasi atau contoh konkret. dalam teks eksposisi, contoh-contoh tersebut bukan untuk membuktikan suatu pendapat. namun, contoh-contoh tersebut disertakan untuk menjelaskan ide, dan menegaskan maksud penulis. 

eksposisi ilustrasi merupakan metode yang sering digunakan karena tidak menampilkan hal-hal umum secara abstrak dan kabur. menurut gorys keraf teks eksposisi ilustrasi dapat dapat disampaikan secara deksripsi dan narasi.

baca juga : pengertian teks narasi

teks eksposisi klasifikasi.

metode klasifikasi merupakan sebuah metode yang bersifat alamiah untuk menampilkan pengelompokan-pengelompokan sesuai dengan pengalaman manusia. benda, konsep, atau objek apapun yang dikenal melalui pengamatan dan pengalaman manusia dapat tersusun secara sistematis. 

klasifikasi merupakan sebuah metode untuk menempatkan benda atau objek dalam kelompok tertentu sehingga mudah dikenali hubungan antar benda dalam suatu kelompok dan perbedaannya dengan kelompok yang lain.

baca juga : cara menulis opini

teks eksposisi analisis.

analisis adalah suatu cara membagi-bagi suatu subjek ke dalam komponen-komponennya. kata analisis berasal dari bahasa Yunani yaitu analyein yang berarti menanggalkan, menguraikan. 

menurut arti kata, analisis berarti melepaskan, menanggalkan, atau menguraikan, sesuatu yang terikat padu. 

sebuah analisis terdiri atas komponen-komponen. suatu benda atau konsep dapat dianalisis dalam berbagai sudut pandang. 

analisis dapat dilakukan pada objek seperti, watak seseorang, gagasan, organisasi, fenomena alam, fenomena sosial dan lain-lain.

baca juga : pengertian teks persuasi

eksposisi analisis kausal.

teks eksposisi analisis kausal merupakan paparan yang mempersoalkan hubungan sebab-akibat suatu peristiwa. 

hubungan kausal adalah suatu hubungan yang melibatkan suatu objek atau lebih dan dianggap sebagai timbulnya hal yang lain. 

jadi, dalam sebuah analisis kausal penulis memaparkan mengenai penyebab terjadinya suatu peristiwa kemudian akibat apa yang ditimbulkan atau mungkin timbul dari sebab yang telah dipaparkan tadi.

baca juga : cara menulis artikel di blog

eksposisi analisis proses.

eksposisi analisis proses merupakan suatu metode analisis yang berusaha menjawab pertanyaan “bagaimana sesuatu bekerja?” dan “bagaimana sesuatu terjadi?”. 

metode analisis proses ini akan sangat bermanfaat  apabila diterapkan dalam penulisan sebuah topik yang dinamis. 

sebuah analisis proses dianggap berhasil apabila penulis dapat mempertanggungjawabkan semua langkah dalam tahap-tahap perkembangan sebuah objek, menerapkan sebuah prinsip atau mengartikan sebuah peristiwa. 

struktur teks eksposisi.

teks eksposisi seperti halnya jenis teks lainnya juga terdiri atas, pembuka, isi dan penutup. pembuka dalam teks eksposisi biasanya diawali dengan pernyataan umum atau biasa dikenal dengan tesis. agar lebih jelas perhatikan bagian-bagian teks eksposisi berikut ini.

tesis.

berisi pendapat atau opini yang menjadi pokok pembicaraan dalam teks eksposisi.

argumentasi.

argumentasi merupakan isi dari teks eksposisi. argumentasi bertujuan menjelaskan pokok permasalahan yang dibahas dalam suatu teks eksposisi.

penegasan ulang.

penegasan ulang berisi penegasan kembali dari paragraf sebelumnya yang merupakan bagian dari penutup.

kaidah kebahasaan teks eksposisi

adjektiva dalam teks eksposisi.

adjektiva atau yang dikenal sebagai kata sifat adalah jenis kata yang berfungsi menerangkan nomina (kata benda) secara umum dapat digabungkan dengan kata lebih dan sangat. adjektiva banyak dipakai dalam teks eksposisi.

afiksasi dalam teks eksposisi.

afiksasi atau pengimbuhan adalah proses pembentukan kata dengan cara pemberian imbuhan baik berupa awalan (prefiks), sisipan (infiks), akhiran (sufiks), gabung (afiks), maupun konfiks pada kata dasar.

verba dalam teks eksposisi.

dalam kamus besar Bahasa Indonesia, verba mempunya arti kata yang menjelaskan proses, perbuatan, atau keadaan. verba umumnya dikenal sebagai kata kerja. 

menurut bentuknya verba terbagi atas dua yaitu verba dasar dan verba turunan.

verba dasar

verba dasar merupakan verba yang belum mengalami proses morfologis (afiksasi, reduplikasi, maupun komposisi). contoh verb dasar misalnya, mandi, pergi, makan, jatuh, dan turun.

verba turunan

verba turunan merupakan verba yang telah mengalami proses morfologi. 

contoh verba turunan membaca, meminta, meminum, dan mengambil.

verba juga memiliki ciri yang membedakannya dengan kata yang lain. baik dalam teks eksposisi atau teks lainnya. ciri-ciri verba sebagai berikut.

dalam kalimat verba berfungsi sebagai predikat atau predikat inti.

verba mengandung makna dasar perbuatan seperti aksi, proses, atau perbuatan yang bukan sifat atau kualitas.

verba, khususnya yang bermakna keadaan, tidak dapat diberi imbuhan ter- yang bermakna paling.

pronomina dalam teks eksposisi.

pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. pronomina secara bentuk ada dua macam yaitu, pronomina persona dan pronomina non persona.

pronomina persona.

pronomina persona adalah kata ganti yang mengacu pada seseorang. pronomina persona dapat dibagi menjadi tiga jenis. sebagai berikut.

pronomina persona yang menunjuk orang pertama.

pronomina persona tunggal dapat digunakan dalam bentuk tunggal dan jamak. bentuk pronomina yang digunakan dalam tunggal biasanya saya-daku-ku, dalam bentuk jamak kami dan kita

pronomina persona yang menunjuk pada orang kedua. 

pronomina persona yang menunjuk pada orang kedua dapat digunakan dalam bentuk tunggal dan jamak. dalam bentuk tunggal, pronomina yang digunakan adalah engkau, kamu, anda, dikau, dan mu. dalam bentuk jamak, pronomina yang digunakan adalah kalian, kamu sekalian, dan anda sekalian. 

pronomina persona yang menunjuk orang ketiga.

pronomina persona yang menunjuk orang ketiga dapat digunakan dalam bentuk tunggal dan jamak.

dalam bentuk tunggal, pronomina yang digunakan adalah ia, dia, beliau, nya. dalam bentuk jamak, pronomina yang digunakan adalah mereka dan nya.

konjungsi dalam teks eksposisi.

konjungsi adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan satu unsur dengan unsur yang lain. konjungsi disebut juga kata penghubung. 

dalam tataran kata, konjungsi termasuk kategori kata tugas. sebagai bagian dari kata tugas, konjungsi merupakan kata nonreferensial. 

dengan kata lain, konjungsi tidak mengacu pada benda lain diluar bahasa.

dalam teks eksposisi, konjungsi digunakan untuk memperkuat argumentasi, menata argumentasi dari yang paling kuat le yang paling lemah atau sebaliknya dan menciptakan struktur teks eksposisi yang bagus.

contoh teks eksposisi beserta strukturnya.

Salah kaprah ‘homeschooling’ di tengah pandemi: bagaimana pelaksanaannya yang ideal?

Seiring pelaksanaan belajar dari rumah akibat pandemi, konsep ‘homeschooling’ menjadi semakin populer di kalangan masyarakat. Homeschooling adalah metode pendidikan berbasis keluarga yang menjadikan rumah sebagai pusat aktivitas pembelajaran.

Sebelum pandemi, data tahun 2015 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyebutkan sebanyak 11.000 anak usia sekolah menjalankan homeschooling.

Semakin banyak orang tua melirik metode ini dengan berbagai alasan – dari meningkatkan pemantauan kemajuan pembelajaran anak hingga skeptisnya orang tua atas metode sekolah konvensional. 

Mereka menilai homeschooling memberikan lebih banyak fleksibilitas dan ruang kreativitas bagi anak.

Namun, seiring waktu, homeschooling seringkali disalahartikan sebagai sekadar berpindahnya kegiatan pembelajaran dari sekolah ke rumah dengan tetap mengacu pada ketentuan-ketentuan sekolah.

Pemahaman ini tidak sesuai dengan filosofi yang sebenarnya ingin diusung metode homeschooling. Alih-alih memerdekakan anak, anak justru tetap terkekang karena pembelajaran yang dilakukan di rumah tidak sesuai dengan kebutuhan dan minatnya.

Melalui artikel ini, kami ingin menjelaskan bagaimana penerapan homeschooling yang ideal, sehingga bisa menjadi alternatif yang efektif dalam mendidik anak sesuai dengan tumbuh kembang mereka dan kemampuan keluarga.

"bagian pembuka berisi tesis atau opini"

Jadi, apa sebenarnya homeschooling?

Poin yang paling utama dalam homeschooling adalah keluarga memegang peran sentral dalam setiap aktivitas pembelajaran anak dan bertanggung jawab memperhatikan kebutuhan mereka.

Orang tua mendampingi anak mulai dari menentukan arah tujuan pendidikan, keterampilan dan kemampuan yang akan diasah, pemilihan kurikulum yang diperlukan, hingga cara belajar keseharian anak.

Semua ini dilakukan dengan komunikasi dan dialog dua arah dan terbuka dengan anak.

Karena homeschooling berbasis keluarga, bentuknya akan bervariasi dan tergantung kesepakatan yang diambil oleh keluarga tersebut. Terkait evaluasi, keluarga dapat mengambil ujian kesetaraan di berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada, apabila dibutuhkan.

Ijazah yang didapatkan dari proses ini memiliki legalitas yang sama dengan sistem sekolah, dan juga sudah diatur secara resmi oleh berbagai aturan pemerintah.

Praktik homeschooling bukanlah konsep baru dalam pendidikan. Beberapa figur terkenal di dunia seperti Abraham Lincoln, Thomas Edison, dan Albert Einstein pernah menjalani metode belajar ini waktu kecil.

Di Indonesia, tokoh sejarah Agus Salim juga memilih model pendidikan ini untuk keluarganya.

"tesis"

Homeschooling itu bukan lembaga

Meskipun demikian, masih banyak kekeliruan dalam penerapan homeschooling yang tidak sesuai dengan filosofi yang tepat.

Pertanyaan yang seringkali terlontar dari banyak keluarga di Indonesia yang memilih metode ini adalah “homeschooling-nya di mana?”

Pertanyaan seperti itu muncul karena homeschooling kerap diartikan sebagai sebuah institusi atau lembaga fisik yang memberikan layanan pendidikan layaknya sekolah.

Dalam pelaksanaannya, memang terdapat homeschooling berbasis komunitas di mana beberapa jaringan keluarga bergabung untuk menjalankan homeschooling secara bersama-sama.

Namun, menyamakan hal ini dengan sekolah adalah sebuah kekeliruan. Berbeda dengan sekolah, homeschooling tidak semestinya menerapkan aturan dan proses pembelajaran formal yang harus dijalankan setiap anak secara seragam.

Homeschooling harus mengedepankan pendidikan berbasis keluarga, karena setiap keluarga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

Ketika orang tua memilih menjalankan homeschooling kemudian sekadar menyerahkan sepenuhnya ke sebuah “lembaga homeschooling”, ini sama saja mengikutkan anak pada suatu sistem pembelajaran formal layaknya sekolah.

Menyerahkan homeschooling ke pihak eksternal juga justru membuat praktik ini terkesan mahal. Antusiasme orang tua – terutama di lingkungan perkotaan – yang tinggi terhadap homeschooling kemudian dibajak oleh berbagai lembaga homeschooling dengan mendongkrak biaya dan membuatnya seolah seperti klub eksklusif.

Homeschooling juga bukan sekadar memindahkan sekolah ke rumah

Yang juga penting adalah pemahaman bahwa homeschooling itu tidak sama dengan membawa pembelajaran dari sekolah untuk dilakukan di rumah – atau hanya memindahkan lokasi saja.

Studi dari Eropa dan Cina menemukan ketika homeschooling hanya memindahkan kegiatan belajar dari sekolah ke rumah, anak dan orang tua rawan mengalami stres karena pembelajaran di rumah dipenuhi berbagai tekanan dari institusi pendidikan.

Tekanan yang umum dirasakan misalnya berbentuk jadwal yang padat dan adanya berbagai tugas untuk murid, namun tanpa dukungan yang cukup dari guru karena dilakukan secara daring.

Sebaliknya, apabila keluarga menerapkan homeschooling sesuai dengan filosofi dasarnya, dampak yang diperoleh anak justru akan bersifat positif dan tanpa paksaan.

Keluarga harus memiliki cara berpikir bahwa homeschooling adalah proses mendesain ulang sistem belajar di rumah yang berpusat pada kebutuhan anak, ketimbang sekadar menjiplak struktur pembelajaran di institusi pendidikan formal.

Ketika homeschooling hanya memindahkan kegiatan belajar dari sekolah ke rumah, anak dan orang tua rawan mengalami stres karena pembelajaran di rumah dipenuhi berbagai tekanan dari institusi pendidikan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Keputusan bersama antara orang tua dan anak

Dengan mempertimbangkan berbagai hal tersebut, kita bisa menyimpulkan betapa besarnya tanggung jawab orang tua dalam menyukseskan homeschooling bagi anaknya.

Penelitian tahun 2011 di Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa performa akademik anak yang mengikuti homeschooling sangat bergantung pada seberapa baik orang tua dalam merancang dan membuat kegiatan belajar di rumah.

Menurut kami, orang tua sebaiknya terus mengikuti perkembangan tren pendidikan terkini, dan berkomitmen untuk membuat kegiatan homeschooling menjadi proses yang menyenangkan untuk anak. Ketika orang tua memiliki keterbatasan, memanggil guru atau orang yang lebih ahli untuk mengajar anaknya juga bisa menjadi pilihan.

Meskipun posisi orang tua menjadi sentral, peran anak dalam memilih model pendidikan yang paling pas juga harus dipertimbangkan.

Orang tua bisa saja merasa bahwa homeschooling adalah model pendidikan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan anak. Tapi pada akhirnya, orang tua juga harus mengakomodasi pilihan anaknya – di sinilah pentingnya diskusi yang terbuka dengan seluruh anggota keluarga.

Dalam komunikasi dengan anak, orang tua juga harus membahas konsekuensi dan kekurangan dari metode ini.

Anak yang sudah pernah menempuh jalur sekolah formal, misalnya, kemungkinan akan membutuhkan adaptasi untuk membangun budaya belajar yang jauh berbeda (atau disebut ‘deschooling’).

"argumentasi "

Pengalaman sosialisasi anak yang cenderung berkurang akibat homeschooling di rumah juga kerap menjadi momok – ini bisa diatasi dengan berbagai cara seperti bergabung dengan klub ekstrakurikuler di luar rumah.

Dengan adanya pandemi, homeschooling bisa menjadi alternatif agar anak tetap belajar dan mengembangkan diri. Namun, orang tua harus menerapkannya dengan baik untuk memastikan pengalaman tersebut adalah yang terbaik bagi anaknya.

"penutup atau penegasan ulang."

sumber : https://theconversation.com/salah-kaprah-homeschooling-di-tengah-pandemi-bagaimana-pelaksanaannya-yang-ideal-156394

sampai di sini pembahasan mengenai teks eksposisi, (pengertian, ciri-ciri, jenis, struktur dan kaidah kebahasaan, beserta contohnya)  sampai jumpa lagi di konten baraaksara selanjutnya.

bara aksara
bara aksara saya hanyalah seorang kadang-kadang. kadang menulis. kadang membaca. kadang-kadang resah. baraaksara.my.id

Post a Comment for "teks eksposisi (pengertian, ciri-ciri, jenis, struktur dan kaidah kebahasaan, beserta contohnya)"