Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

teks persuasi, pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, dan cara menulis teks persuasi.

teks persuasi, pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, dan cara menulis teks persuasi.
teks persuasi, pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, dan cara menulis teks persuasi.

pengertian teks persuasisebagai pembelajar perlu untuk mengetahui bermacam-macam jenis teks. teks persuasi salah satunya. dengan dapat memahaminya sobat aksara dapat dengan mudah menggali informasi dari teks yang dibaca, atau menyusunnya untuk kepentingan sobat sendiri.

apa yang dimaksud teks persuasi

pengertian teks persuasi

secara bahasa teks persuasi berasal dari bahasa latin persuadere yang berarti meyakinkan seseorang; persuatio berarti peyakinan; bujukan.

teks persuasi adalah jenis teks yang berisi himbauan yang bertujuan untuk meyakinkan pembaca agar melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh penulis.

pengertian teks persuasi menurut kamus besar bahasa Indonesia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, persuasi adalah ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkan; bujukan halus. 

Persuasi juga berarti karangan bertujuan membuktikan pendapat.

pengertian teks persuasi menurut ahli.

Keraf (2006, hlm. 115) berpendapat, Persuasi adalah suatu seni verbal yang bertujuan untuk meyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dihendaki oleh pembicara (bentuk tulisan, cetakan, elektronik) pada waktu sekarang atau pada waktu yang akan datang. 

jadi, teks persuasi merupakan suatu kemampuan penulis untuk dapat mempengaruhi pembaca lewat tulisan.

Finoza (2008, hlm. 247) mengatakan, “Persuasi adalah karangan yang bertujuan membuat percaya, yakin, dan terbujuk akan hal-hal yang dikomunikasikan yang berupa fakta pendapat atau gagasan ataupun perasaan seseorang”. 

Karangan ini bertujuan untuk mempengaruhi pembaca untuk membuat sesuatu atau melakukan sebuah tindakan. 

Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa perbuatan  yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.

Menurut Keraf, dalam argumentasi dan Narasi, teks persuasi bertujuan membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau ide penulis disertai alasan bukti contoh  konkret.  

Dalam  teks  persuasi, pendirian  seseorang dapat diubah dengan tujuan untuk mencapai persetujuan atau kesesuaian penulis dengan pembaca sehingga pembaca menerima keinginan penulis. 

Kepercayaan pembaca harus dibangun melalui pengungkapan ide, gagasan, pendapat, dan fakta. Sejalan dengan pendapat Keraf tersebut.

menurut Kemendikbud (2017, hlm.176) “Teks persuasi adalah teks yang berisi ajakan atau bujukan. Secara tidak langsung teks persuasi menyampaikan ajakan kepada pembaca atau pendengar”.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa, karangan persuasi adalah karangan yang bertujuan untuk mengajak penulis untuk melakukan sesuatu sesuai apa yang ditulis penulis di dalam karangannya. 

Karangan tersebut berisi fakta pendapat atau perasaan penulis untuk menarik pembaca melakukan sesuatu.

baca juga : pengertian teks argumentasi

Ciri ciri Teks Persuasi

Tentunya dalam teks persuasi terdapat perbedaan karakteristik teks dengan teks yang lainnya. Dalam hal ini, ciri-ciri yang menggambarkan sebuah teks persuasi sebagai berikut.

Menurut Darmawati (2018, hlm. 48-49) ciri utama teks persuasi adalah berusaha menarik, meyakinkan, dan merebut perhatian pembaca. Agar lebih jelas, cermati ciri-ciri teks persuasi berikut.

  1. Penulis memahami bahwa pendirian dan pemahaman pembaca dapat diubah.
  2. Penulis berusaha menjelaskan dan menarik kepercayaan pembaca.
  3. Penulis   berusaha   menciptakan   kesepakatan   atau   penyesuaian   melalui kepercayaan penulis dengan pembaca.
  4. Penulis berusaha menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapat tercapai.
  5. Penulis menampilkan imbauan dan ajakan.
  6. Penulis berusaha memengaruhi pembaca.
  7. Penulis menyertakan data dan fakta dalam teks persuasi.

Menurut Suparno dan Yunus (2008) mengatakan, ciri-ciri persuasi adalah sebagai berikut.

  1. Harus menimbulkan kepercayaan pendengar/pembacanya.
  2. Bertolak atas pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
  3. Harus menciptakan penyesuaian melalui kepercayaan antara pembicara/penulis dan yang diajak berbicara/pembaca.
  4. Harus menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan tujuan tercapai. 
  5. Harus ada fakta dan data secukupnya.

Teks persuasi memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan teks yang lainnya, tentunya ciri-ciri tersebut tidak dapat dihilangkan dari teks persuasi.

Maka dari itu ciri-ciri menjadi aspek yang paling penting dalam menyusun teks persuasi.

Menurut Pratama (2009) mengatakan, ciri-ciri persuasi sebagai berikut.

baca juga : pengertian teks eksplanasi

Mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat.

Bertujuan mempengaruhi sikap dan pendapat pembaca agar mereka mau berbuat, bertindak atau melakukan sesuatu secara sukarela, sesuai yang diinginkan pengarang.

Membuktikan kebenaran, pendapat pengarang sehingga tercipta keyakinan dan kepercayaan pada diri pembaca.

Menggunakan beberapa teknik tertentu.

Jadi, ciri-ciri teks persuasi tentunya berbeda dengan ciri-ciri teks yang lainnya, dan mempunyai karakteristik sendiri yang paling menonjol perbedaannya dengan teks yang lain adalah, kalimat bujukan/ajakan. 

Kalimat tersebut bertujuan untuk membujuk pembaca untuk mengikuti keinginan penulis.

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam sebuah teks persuasi harus ada pengaruh, kepercayaan, kesepakatan, pembenaran, dan fakta. 

Ciri-ciri teks tersebut saling berkaitan. Jika salah satu tidak ada maka ciri khas teks persuasi akan hilang.

Karangan tersebut tidak akan menjadi sebuah teks persuasi yang baik. Maka dari itu penulis harus memperhatikan unsur-unsur yang terkandung dalam teks persuasi.

baca juga : pengertian teks eksposisi

Struktur Teks Persuasi.

Tentunya dalam sebuah teks persuasi ataupun teks yang lainnya pasti memiliki susunan yang menjadi pendukung terbentuknya sebuah teks atau karangan. 

begitu pun teks persuasi memiliki struktur teks yang diuraikan sebagai berikut.

Menurut Darmawati (2018, hlm. 49) terdapat struktur teks persuasi adalah sebagai berikut.

baca juga : pengertian teks narasi

Pendahuluan.

Tentunya dalam menulis karangan atau tulisan hal yang paling utama adalah pendahuluan yang berisi topik, kalimat pembuka, dan gagasan utama.

Fakta.

Dalam menulis teks persuasi hal yang paling penting adalah fakta/opini yang dituangkan penulis ke dalam teks persuasi.

Ajakan.

Dalam menulis teks persuasi harus terdapat kalimat ajakan, karena inti dari teks persuasi itu sendiri adalah mengajak, membujuk pembaca untuk melakukan sesuatu sesuai dengan yang diharapkan penulis.

baca juga : pengertian teks deskripsi

Menurut Suparno dan Yunus (2008) ada beberapa struktur teks persuasi adalah sebagai berikut.

  1. Menentukan tema atau topik karangan.
  2. Menentukan tujuan yang mendasar peristiwa atau masalah yang diceritakan.
  3. Mengumpulkan data yang mendukung keseluruhan cerita dapat diperoleh dari pengalaman atau pengamatan di sekitar kita.
  4. Membuat kerangka karangan.
  5. Mengembangkan kerangka karangan.
  6. Membuat judul karangan.

Tim Kementerian dan Kebudayaan Republik Indonesia (2014, hlm. 176 mengatakan, teks persuasi memiliki struktur sebagai berikut.

Pengenalan isu, yakni berupa pengantar atau penyampaian tentang masalah yang menjadi dasar tulisan atau pembicaranya itu.

Rangkuman argument. 

yakni berupa sejumlah pendapat penulis/pembicara terkait dengan isu yang dikemukakan pada bagian sebelumnya. 

Pada bagian ini dikemukakan pula sejumlah fakta yang memperkuat argument-argumennya itu.

Pernyataan ajakan. 

yakni sebagai inti dari teks persuasi yang di dalamnya dinyatakan dorongan kepada pembaca atau pendengarnya untuk melakukan sesuatu. 

Pernyataan ini mungkin disampaikan secara tersurat ataupun tersirat. Adapun kehadiran argument berfungsi untuk mengarahkan dan memperkuat ajakan-ajakan itu. 

Penegasan kembali. 

atas pernyataan-pernyataan sebelumnya, yang biasanya ditandai oleh ungkapan-ungkapan seperti demikianlah, dengan demikian, oleh karena itulah.

baca juga : cara menulis opini

Langkah-langkah menulisTeks Persuasi

Dalam sebuah proses menulis karangan tentunya ada langkah-langkah yang harus diperhatikan penulis dalam membuat sebuah tulisan. langkah-langkah tersebut akan diuraikan sebagai berikut.

Menurut Darmawati (2018, hlm. 48) teks persuasi terdiri dari beberapa langkah, yaitu sebagai berikut:

  1. Watak dan Kredibilitas Penulis atau Pembaca
  2. Watak dan kredibilitas penulis atau pembicara memiliki arti bahwa setiap orang mempunyai waktu unik. Setiap orang mempunyai kredibilitas berbeda-beda. 
  3. Semakin baik kredibilitas dan wataknya, seseorang semakin mudah memengaruhi melalui persuasi.
  4. Kemampuan penulis untuk Memainkan Emosi 
  5. Kemampuan  berbicara  atau menulis  atau  memainkan emosi  tidak  dimiliki semua orang. 
  6. Saat menulis teks persuasi penulis ataupun pembicara harus bisa mengendalikan emosi baik pendengar maupun pembaca. 
  7. Tujuan pengendalian emosi yaitu bisa menyesuaikan antara tujuan penulis dan tujuan pendengar atau pembaca.
  8. menyertakan sumber yang bisa dipercaya 

Syarat keberadaan fakta akurat adalah paling penting. Bukti kuat dan logis sangat mampu menggerakkan orang untuk mengambil keputusan sesuai keinginan kita. 

namun untuk memenuhi semua itu bukti yang dimunculkan harus benar-benar berkualitas dan teruji sehingga dapat dipercaya orang.

Keraf (2007, hlm. 121-131) menyatakan bahwa, dalam menulis persuasi terdapat teknik atau langkah yang digunakan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Berikut adalah teknik dasar persuasi.

baca juga : cara membuat artikel

Rasionalisasi.

Rasionalisasi merupakan  suatu proses penggunaan akal untuk memberikan suatu dasar pembenaran kepada suatu persoalan, yang mana dasar atau alasan itu tidak merupakan sebab langsung dari masalah itu. 

Kebenaran yang dibicarakan dalam persuasi bukanlah kebenaran mutlak, tetapi kebenaran yang hanya berfungsi untuk meletakkan dasar-dasar dan melicinkan jalan agar keinginan, sikap, kepercayaan, keputusan, atau tindakan yang telah ditentukan atau diambil dapat dibenarkan.

Identifikasi.

Identifikasi adalah kegiatan dimana penulis harus mengidentifikasi dirinya dengan pembacanya. Identifikasi bisa digunakan dalam tulisan yang berkaitan dengan soal-soal politik, yaitu kampanye dengan tujuan utamanya adalah “menang”.

Sugesti.

Sugesti adalah suatu usaha untuk membujuk atau mempengaruhi orang lain untuk menerima suatu keyakinan atau pendirian tertentu tanpa memberi suatu dasar kepercayaan yang logis pada orang yang ingin dipengaruhi.

Konformitas. 

Suatu keinginan atau suatu tindakan untuk membuat diri serupa dengan sesuatu hal yang lain atau suatu mekanisme mental untuk menyesuaikan diri dengan sesuatu yang diinginkan itu.

Kompensasi.

Kompensasi adalah suatu tindakan atau suatu hasil dari usaha untuk mencari suatu pengganti bagi sesuatu hal yang tidak dapat diterima. 

Hal tersebut dilakukan jika suatu keadaan sudah mengalami suatu frustasi.

baca juga : cara membuat catatan kaki

Penggantian.

Penggantian adalah suatu proses yang berusaha menggantikan suatu maksud dengan suatu maksud dengan suatu maksud yang lain yang sekaligus menggantikan emosi kebencian asli serta emosi cinta kasih asli. 

Dalam hal ini penulis berusaha meyakinkan pembaca untuk mengalihkan suatu objek atau tujuan tertentu kepada suatu tujuan lain.

Proyeksi.

Proyeksi adalah suatu teknik untuk menjadikan sesuatu yang tadinya subjek menjadi objek. Sebagai contoh, sesuatu yang dimiliki seseorang, tetapi dilontarkan sebagai sifat dan watak orang lain.

Suparno dan Yunus (2008, hlm. 150) mengatakan bahwa, untuk dapat menyusun teks persuasi yang efektif diperlukan kemampuan menciptakan persuasi sebagai berikut.

  1. Menentukan tema atau topik karangan.
  2. Menentukan tujuan yang mendasar peristiwa atau yang diceritakan.
  3. Mengumpulkan data yang mendukung keseluruhan cerita dapat diperoleh dari pengalaman atau pengamatan di sekitar kita.
  4. Membuat kerangka karangan, kerangka karangan dapat disusun berdasarkan urutan peristiwa, waktu, atau sebab akibat.
  5. Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan yang menarik.
  6. Membuat judul karangan.

Oleh karena itu, untuk dapat menghasilkan  suatu karangan persuasi  yang lengkap dengan unsur-unsur pembangunnya, perlu menggabungkan antara keduanya. 

Jika seorang penulis hanya menggunakan dasar-dasar tanpa memperhatikan langkah-langkah penulisan. Maka seseorang tersebut tidak dapat menulis persuasi dengan baik.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa, menulis teks persuasi harus mempunyai tujuan yang mendasar atau alasan yang tepat sehingga pembaca dapat menerima karang persuasi tersebut.

Kemudian menulis teks persuasi ini diperlukan pengalaman dan pengamatan yang objektif dari penulis sehingga tulisan tersebut dapat dirasakan dan didukung oleh pembaca.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan struktur teks persuasi adalah teks yang tersusun dari sebuah isu atau kasus yang kemudian didukung oleh fakta-fakta yang dibangun dari susunan struktur di dalamnya.

baca juga : cara membuat pendahuluan

Aspek kebahasaan teks persuasi.

Jika penulis mau mencapai tujuan dari tulisan, tentunya dalam menulis teks persuasi terdapat acuan-acuan yang harus diperhatikan penulis. 

Agar pembaca lebih mudah dalam memahami maksud dari tulisan tersebut, sehubungan dengan hal di atas dapat diuraikan acuan atau kaidah kebahasaan teks persuasi sebagai berikut.

  1. Terdapat pernyataan bujukan.
  2. Terdapat pendapat (opini) dan fakta.
  3. Menggunakan kata teknis.
  4. Menggunakan kata penghubung argumentative.
  5. Menggunakan kata kerja mental.

Berdasarkan uraian di atas, kebahasaan teks persuasi terdiri dari, 

  • pernyataan bujukan.
  • terdapat opini.
  • menggunakan kata teknis.
  • kata penghubung.
  • kata kerja. 

aspek-aspek ini untuk menunjang teks persuasi yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang sudah ditentukan

Menurut Hakim (2016) kaidah kebahasaan teks persuasi sebagai berikut.

Berupa kalimat slogan

Agar teks persuasi dapat diingat baik oleh orang-orang yang melihat atau mendengarkan dan sebagai ciri atau pembeda dari tulisan yang lain sehingga terlihat lebih unik.

Kalimat persuasi (membujuk)

Akan sangat efektif apabila kalimat yang digunakan dapat membujuk atau membuat orang tertarik untuk membeli atau menikmati produk yang ditawarkan.

Menurut pernyataan di atas, teks persuasi mempunyai 2 aspek kebahasaan yang sangat penting. Dua aspek tersebut, yaitu kalimat slogan dan kalimat membujuk keduanya tidak dapat dipisahkan.

baca juga : contoh artikel pendidikan.

demikianlah pembahasan mengenai teks persuasi, pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, dan cara menulis teks persuasi. sampai jumpa di konten baraaksara berikutnya 

bara aksara
bara aksara saya hanyalah seorang kadang-kadang. kadang menulis. kadang membaca. kadang-kadang resah. baraaksara.my.id

Post a Comment for "teks persuasi, pengertian, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, dan cara menulis teks persuasi."