Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

pengertian teks argumentasi (ciri-ciri, jenis, dan cara menulis teks argumentasi.)

pengertian teks argumentasi (ciri-ciri, jenis, dan cara menulis teks argumentasi.)
pengertian teks argumentasi

pengertian teks argumentasi - dengan memiliki pengetahuan mengenai berbagai jenis teks. sobat aksara akan lebih mudah menyerap gagasan dari berbagai jenis informasi. 

apa itu teks argumentasi

teks argumentasi ini jika ditinjau dari sudut penulis memiliki tujuan meyakinkan pendengar atau pembaca mengenai suatu kebenaran dan lebih jauh memengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
 
Sebaliknya, jika dilihat dari pihak pembaca atau pendengar, mereka ingin mendapatkan kepastian tentang kebenaran itu. 

teks argumentasi adalah bentuk paragraf yang berusaha membuktikan suatu kebenaran. Sebuah argumentasi berusaha memengaruhi serta mengubah sikap dan pendapat orang lain untuk menerima suatu kebenaran yang didukung bukti-bukti mengenai objek yang diargumentasikan.
 
Argumentasi dilihat dari sudut proses berpikir adalah suatu tindakan untuk membentuk penalaran dan menurunkan simpulan serta menerapkannya pada suatu kasus, misalnya perdebatan.

pengertian teks argumentasi 

Argumentasi teks dapat dibedakan dengan bentuk wacana yang lain karena fungsi utamanya adalah membuktikan.
 
Metode pembuktian dalam argumentasi direduksi atau disusutkan sehingga menjadi atau berdasarkan suatu ilmu, yang dikenal sebagai logika (Mulyati, 2015:112). 

Menurut Jauharoti dkk (dalam Ahmad dkk, 2015:58) argumentasi adalah karangan yang terdiri atas paparan alasan dan sintesis pendapat untuk membangun suatu kesimpulan. 

Karangan argumentasi bertujuan meyakinkan pembaca agar pembaca membenarkan pendapat, gagasan, atau sikap, yang kita ungkapkan dalam karangan (Suparni dalam Ahmad dkk, 2015:58). 

Karangan ini selalu memuat alasan (argumen) ataupun bantahan yang memperkuat ataupun menolak sesuatu guna memengaruhi keyakinan pembaca.

pengertian teks argumentasi menurut ahli

Menurut Sirait (1985:27), karangan argumentasi adalah karangan yang meyakinkan atau membujuk.

Dengan demikian, argumentasi mencoba membuat orang mau menerima suatu penilaian bahkan kadang-kadang untuk bertindak atas dasar penilaian tersebut.
Argumen dalam tulisan mengandalkan berbagai jenis pertimbangan yang bertujuan untuk menguatkan argumentasi tersebut. 
  1. Pertimbangan pertama adalah kredibilitas penulis yang menunjukkan bahwa penulis sangat piawai di bidang yang ia tulis dan banyak tahu tentang situasi sehingga ia sangat menguasai argumentasi-argumentasinya. 
  2. pertimbangan adanya data empiris untuk membantu menguatkan argumentasinya. 
  3. pertimbangan asa nalar atau logika dengan memberikan pendapat disertai bukti-bukti yang ada sehingga meyakinkan pembaca. 
  4. pertimbangan emosi, nilai, atau etika yang diharapkan dapat menggugah jiwa dan meluluhkan pesaaan pembacanya (Kuncoro, 2009:80-81). 
  5. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa paragraf argumentasi adalah bentuk karangan yang berusaha mempengaruhi atau membujuk orang lain (pembaca), mengubah pikiran, sikap, dan pandangan seseorang.  
dengan menyodorkan sejumlah data dan bukti agar orang lain (pembaca) percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan penulis. 

Ciri-ciri paragraf argumentasi

  1. Ciri paragraf argumentasi adalah memiliki fungsi yang bersifat pembuktian. Seorang penulis argumentasi akan berusaha supaya pembacanya yakin akan kebenaran uraiannya. 
  2. Oleh sebab itu, gaya penulisannya harus meyakinkan, tidak boleh sedikitpun menimbulkan kesan keragu-raguan mengenai persoalan yang dikemukakannya itu. 
  3. Bahasa penulis argumentasi bersifat rasional dan objektif, sedangkan fakta dalam argumentasi merupakan evidensi (bahasa pembuktian). 
  4. Kelemahan dalam menyodorkan fakta dan dalam merangkai fakta akan menggagalkan usaha penulis untuk mempengaruhi sikap dan pendapat pembaca. 
Dalam paragraf argumentasi, biasanya ditemukan beberapa ciri yang mudah dikenali. Ciri-ciri tersebut misalnya
  • Ada pernyataan ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya 
  • Alasan, data, atau fakta yang mendukung 
  • Pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan. 
  • Data dan fakta yang digunakan dapat diperoleh melalui wawancara, angket, observasi, penelitian lapangan, dan penelitian kepustakaan (Mafrukhi dkk, 2006:184). 
Menurut Nursito (dalam Sirait dkk, 1985:29)  paragraf argumentasi memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut: 
  1. mengandung kebenaran. 
  2. memiliki alasan yang kuat. 
  3. menggunakan bahasa yang denotatif.
  4. memiliki analisis rasional berdasarkan fakta. 
  5. membatasi unsur subjek dan emosional. 
Menurut Anna Nurlaila Kurniasari (Kuncoro, 2009:83) ciri-ciri paragraf argumentasi antara lain: 
  • Menjelaskan suatu ide atau gagasan dengan jelas agar pembaca menjadi yakin. 
  • Membutuhkan fakta untuk mendukung tulisan argumentasi. 
  • Perlu dilakukan pengamatan, untuk membuat tulisan argumentasi yang berbobot. 
  • Di akhir tulisan, terhadap kesimpulan Berdasarkan ciri-ciri di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa ciri paragraf argumentasi adalah bentuk tulisan yang mengemukakan. 
  • bantahan usul, pernyataan, alasan yang jelas dengan disertai usaha mempengaruhi orang-orang memihak pendapat penulis. 
Karangan argumentasi selalu disertai dengan pembuktian demi mencapai respon pembaca, baik respon emosional maupun intelektual.

Jenis-jenis Paragraf Argumentasi.  

Dalam paragraf argumentasi terdapat beberapa jenis pola pegembangan. Pola pengembangan tersebut termasuk ke dalam jenis-jenis paragraf argumentasi. 

Jenis argumentasi

Pola analogi. 

Pola analogi dalam paragraf argumentasi yakni tulisan yang isinya membandingkan dua hal yang mempunyai banyak persamaan. Misalnya saja membandingkan sifat manusia dengan tumbuhan. 

Pola generalisasi. 

Pola generalisasi yakni paragraf argumentasi yang isinya kesimpulan dari sejumlah data yang didapat.

Pola hubungan sebab akibat. 

  1. Pola hubungan sebab akibat yakni paragraf argumentasi yang isinya mengemukakan tentang fakta dari penyebab sampai kesimpulan. 
  2. Paragraf yang menggunakan pola pengembangan sebab akibat berarti pernyataan merupakan sebab dan pernyataan lain merupakan akibat. 
  3. Dengan kata lain, ada kalimat topik yang merupakan sebab dan kalimat penjelasnya merupakan akibat.
  4. Pola pengembangan ini yang paling sering dijumpai dalam penulisan paragraf argumentasi.(Rosmayanti, 2011:116- 117). 

struktur teks argumentasi

Menurut Ahmad dkk (2015:60) argumentasi selalu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu pendahuluan, tubuh argumentasi, dan kesimpulan. 

Pendahuluan. 

Bagian ini bertujuan untuk menarik perhatian pembaca dengan menyajikan fakta-fakta. 
Pendahuluan untuk memusatkan perhatian untuk memahami argumentasi yang akan disampaikan nanti dalam isi karangan. Ada beberapa pertimbangan dalam bagian ini, yaitu: 
  1. penulis harus menegaskan mengapa persoalan itu dibicarakan pada saat ini, 
  2. penulis harus menjelaskan latar belakang historis yang mempunyai hubungan langsung dengan persoalan yang akan diargumentasikan, 
  3. penulis mengakui adanya persoalan yang tidak dimasukkan dalam argumentasi. 

Tubuh argumentasi. 

Seluruh proses penyusunan argument terletak pada kemahiran dan keahlian penulisnya, apakah ia mampu meyakinkan pembaca bahwa hal yang dikemukakan itu benar hingga kesimpulannya juga benar. 

Kesimpulan. 

Penulis harus tetap memelihara tujuan dan menyegarkan kembali ingatan pembaca tentang apa yang telah dicapai serta mengapa kesimpulan itu diterima sebagai sesuatu yang logis. 

cara menulis teks argumentasi.

menentukan gagasan utama.

Lebih dulu menentukan gagasan utamanya. Misalnya, keluarga berencana mutlak di Indonesia. 

Menentukan tujuan berargumen dalam penulisan.

misalnya, meyakinkan pembaca tanpa melakukan keluarga berencana, maka penduduk Indonesia akan berlipat ganda jumlahnya, akhirnya kekurangan tempat, kekurangan makanan, kekurangan gizi. 

Akibatnya adalah bahwa kesehatan memburuk, kecerdasan berkurang, dan tidak dapat sederajat dengan bangsa- bangsa lain yang lebih maju. 

Menyusun kerangka paragraf. 

Menyusun kerangka paragraf  berdasarkan gagasan utama dan tujuan-tujuan yang telah kita tentukan. 

Mencari fakta, data, informasi, dan bukti. 

  • Mencari fakta, data, informasi, dan bukti yang sesuai dengan kerangka argumentasi kita. 
  • Caranya ialah kita kumpulkan fakta dan kesaksian dari orang yang mempunyai kredibilitas tinggi, karena ahli dalam bidang itu, dan mempunyai otoritas. 
  • Dapat pula kita melakukan penelitian dan pengamatan langsung dengan turun ke lapangan

Mengembangkan kerangka argumentasi.

Mengembangkan karangka argumentasi menjadi paragraf argumentasi sama dengan kita mengembangkan kerangka paragraf-paragraf lainnya menjadi karangan eksposisi. 

Pada fase pengembangan karangan ini kita bisa menyajikan dengan susunan yang runtut dan logis dengan memperhatikan keefektifan kalimat, ketepatan pemilihan kata, dan ejaan (Rosmayanti, 2011:114-115).

source : http://eprints.unm.ac.id/4247/1/Untitled.pdf

sekian pembahasan mengenai pengertian teks argumentasi (ciri-ciri, jenis, dan cara menulis teks argumentasi.). sampai jumpa di konten baraaksara lainnya.
bara aksara
bara aksara saya hanyalah seorang kadang-kadang. kadang menulis. kadang membaca. kadang-kadang resah. baraaksara.my.id

Post a Comment for "pengertian teks argumentasi (ciri-ciri, jenis, dan cara menulis teks argumentasi.)"