Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Menulis Puisi Ala Sapardi Djoko Damono

tips menulis puisi

tips menulis puisi - sapardi djoko damono seorang penyair yang karyanya mampu menggetarkan jiwa yang resah dan kesepian. seperti apakah proses kreatif seorang sapardi? siapin kopi dan simak pembahasannya.

biografi singkat sapardi djoko damono.

Prof. Dr. sapardi Djoko Damono, lahir di surakarta, 20 maret 1940; meninggal di tangerang 19 juli 2020; seorang pujangga berkebangsaan indonesia terkemuka ia dikenal karena karya-karya puisinya yang sederhana, dan sangat populer dikalangan para sastrawan maupun masyarakat umum.

puisi dalam pandangan sapardi djoko damono.

puisi adalah bentuk karya sastra paling sederhana. setiap orang dapat menulis puisi kalo mau. puisi yang bagus adalah puisi yang enak dibaca bisa dikreasikan menjadi bentuk karya lain seperti, lagu, cerpen, novel, bahkan komik. dan tidak mirip tulisan di koran.

gemar membaca.

menurut sapardi, sebelum menulis seseorang harus jadi pembaca dulu. agar dapat menjadi penulis puisi yang baik. baca sebanyak-banyaknya karya lain. dan coba untuk meniru dan memodifikasi.

baca juga : tips mendapatkan ide tulisan

jangan libatkan Emosi.

Menurut Sapardi, penulis tidak boleh terlibat secara emosional dengan apa yang ditulis. Jika memaksakan menulis, maka yang keluar hanyalah emosi sang penulis.

Misal dalam keadaan marah, maka yang keluar hanyalah kemarahan-kemarahan saja. Oleh sebab itu, saat menulis puisi hendaknya memberi jeda/jarak.

Sebagaimana pengakuan Sapardi, saat menulis puisi tentang Marsinah.

Waktu pengerjaan puisi itu cukup lama, sekitar tiga tahun. Hal ini dikarenakan saat membuat, kondisi marah selalu muncul. Alhasil, dirinya pun berhenti.

Kemudian melanjutkan lagi, ternyata marah lagi. Lalu, berhenti. Hingga akhirnya, karya puisi itu selesai di tahun 1998.

Meski begitu, Sapardi mengaku perlu merevisi puisi itu karena masih terdapat marah dalam peristiwa itu. Prinsipnya ini berlaku pula saat dirinya menulis puisi cinta. Jika ditulis dalam keadaan emosional, maka puisi yang terlahir akan cengeng.

Karena itu, perlu membuat jeda/jarak dengan peristiwa penting yang terjadi.

baca juga : Cara mengarang puisi

Puisi Ada di Sekitar Kita.

puisi bisa berasal dari, pengalaman pribadi, dongeng dari orang lain, karya sastra lain atau koran. kalo di zaman ini bisa dari sosial media dan lain-lain.

Saat membuat puisi, tidak perlu terlalu mengawang-awang atau melangit. Karena hal ini justru membuat penulis kesulitan sendiri.

Sebagaimana Sapardi saat menulis "Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari". Puisi itu dia buat dengan sederhana. Meski begitu, puisi itu juga termasuk salah satu yang disukainya dan dihafalkannya.

sampai sekarang, dirinya masih tidak percaya jika karyanya itu telah diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa dan disertakan dalam antologi karya sastra top dunia.

baca juga : cara membuat artikel

Jangan Meniru Karya Sendiri.

Meniru karya sendiri? Apa maksudnya? Kejahatan paling sadis seorang penulis menurut Sapardi adalah meniru karyanya sendiri.

Sebab hal ini hanya akan membuat si penulis berputar di wilayah itu-itu saja. Tak hanya itu, kreativitasnya pun mandek.

Meski banyak orang yang mengenal Sapardi sebagai penyair cinta. Tapi, dirinya tidak mengakui hal itu. Sebab banyak pula tema yang dia angkat, selain percintaan.

Seperti keresahan sosial, masa kecil, keluarga, kritik kepada penguasa, dan lain sebagainya.

Menurut Sapardi, agar kreativitas terus menjalar. Seorang penulis perlu banyak membaca dan menambah wawasan.

Agar cakrawala pandangannya semakin luas dan perbendaharaan katanya semakin kaya.

kumpulan puisi karya sapardi djoko damono.

Hujan Bulan Juni.

Tak ada yang lebih tabah Dari hujan bulan juni

Dirahasiakan rintik rindunya Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak Dari hujan di bulan Juni

Dihapuskan jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif Dari hujan bulan juni

Dibiarkan yang tak terucapkan Diserap akan pohon bunga itu

Yang Fana adalah Waktu

Yang fana adalah waktu. Kita abadi

Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari Kita lupa untuk apa

"Tapi, Yang fana adalah waktu, bukan?" tanyamu.

Kita abadi.

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti

jasadku tak akan ada lagi

tapi dalam bait-bait sajak ini

kau tak akan kurelakan sendiri

Pada suatu hari nanti

suaraku tak terdengar lagi

tapi di antara larik-larik sajak ini

Kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti

impianku pun tak dikenal lagi

namun di sela-sela huruf sajak ini

kau tak akan letih-letihnya kucari

Sajak-Sajak Kecil tentang Cinta.

mencintai angin harus menjadi siut

mencintai air harus menjadi ricik

mencintai gunung harus menjadi terjal

mencintai api harus menjadi jilat

mencintai cakrawala harus menebas jarak

mencintai-Mu harus menjelma aku

Hatiku Selembar Daun.

Hatiku selembar daun

melayang jatuh di rumput;

Nanti dulu,

biarkan aku sejenak terbaring di sini;

ada yang masih ingin kupandang,

yang selama ini senantiasa luput;

Sesaat adalah abadi

sebelum kausapu tamanmu setiap pagi.

Akulah Si Telaga

akulah si telaga:

berlayarlah di atasnya;

berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil

yang menggerakkan bunga-bunga padma;

berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;

sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja

perahumu biar aku yang menjaganya.

1982

Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari.

waktu aku berjalan ke barat di waktu pagi matahari mengikutiku di belakang

aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan

aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang

aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan

sekian pembahasan mengenai tips menulis puisi ala sapardi djoko damono. sampai jumpa di konten baraaksara berikutnya.

sumber :

https://www.youtube.com/watch?v=WyUEFGbEWAE

https://www.youtube.com/watch?v=mcPLZTvDV28

bara aksara
bara aksara saya hanyalah seorang kadang-kadang. kadang menulis. kadang membaca. kadang-kadang resah. baraaksara.my.id

Post a Comment for "Tips Menulis Puisi Ala Sapardi Djoko Damono"